Kategori
Sajak
(43)
Syair Rakyat
(20)
Status FB
(17)
Puisi Aneh
(12)
Bau Cinta
(8)
Puisi Pelit
(8)
Cerpen
(4)
Esai
(3)
Perpustakakakakan
(1)
Showing posts with label Puisi Pelit. Show all posts
Showing posts with label Puisi Pelit. Show all posts
Sunday, August 7, 2016
Yang itu!
Tak harus berjalan ke entah, dunia terlalu jelas!. Benderang!, siapa bilang penuh misteri?!, perancu!. Yang entah justru adalah lelah, ruang dimana kemesraan sesederhana begitu menggembirakan. Hai perancu, yang hologram bukanlah yang entah. Yang itu, yang terang!.
Thursday, May 5, 2011
Tentang cara dan rasa; pria tetaplah pria
oleh : Bhara Martilla Rully Ardian
Saturday, November 20, 2010 jam 2:50am
Pada penolakan: diam, memaksa pikir meminta, dalam hati mengemis, tapi mulut dan mimik adalah keangkuhan. Maka tawa tertawa dengan segala kebohongan. Mengangkat wajah diatas hati yang ngilu. Tentang cara, tentang rasa; pria tetaplah pria.
Saturday, November 20, 2010 jam 2:50am
Pada penolakan: diam, memaksa pikir meminta, dalam hati mengemis, tapi mulut dan mimik adalah keangkuhan. Maka tawa tertawa dengan segala kebohongan. Mengangkat wajah diatas hati yang ngilu. Tentang cara, tentang rasa; pria tetaplah pria.
Dalam tidur tiada sedikitpun kuasaku
oleh : Bhara Martilla Rully Ardian
Sunday, November 21, 2010 jam 5:05am
di tidurku tak pernah ada kau
di mimpiku tak kuinginkan ada kau
tampar wajahku bila kau dengar aku merayu dengan itu
kau tahu segalaku?,
pada tidur tiada sedikitpun kuasaku.
Sunday, November 21, 2010 jam 5:05am
di tidurku tak pernah ada kau
di mimpiku tak kuinginkan ada kau
tampar wajahku bila kau dengar aku merayu dengan itu
kau tahu segalaku?,
pada tidur tiada sedikitpun kuasaku.
Tentang yang bikin penasaran
oleh : Bhara Martilla Rully Ardian
Sunday, November 21, 2010 jam 4:23am
Pada diam: senyuman!
Sunday, November 21, 2010 jam 4:23am
Pada diam: senyuman!
Bikin sajak cinta ahhh
oleh : Bhara Martilla Rully Ardian
Sunday, November 21, 2010 jam 4:07am
Lukiskan rasa; indahkan dengan apa saja!
Sunday, November 21, 2010 jam 4:07am
Lukiskan rasa; indahkan dengan apa saja!
Ketika
oleh : Bhara Martilla Rully Ardian
Ketika kami menjadi kita
lalu kita menjadi aku
maka semua menjadi sesepi emosi
saatnya aku menuju Dia
lalu sesal sesal jadi pikir
maka memahami aku menjadi kita
lalu kami,
lagi.
Ketika kami menjadi kita
lalu kita menjadi aku
maka semua menjadi sesepi emosi
saatnya aku menuju Dia
lalu sesal sesal jadi pikir
maka memahami aku menjadi kita
lalu kami,
lagi.
Friday, April 29, 2011
Menghadapimu
oleh : Bhara Martilla Rully Ardian
Menghadapimu
Kemis, November 18, 2010 jam 5:50pm
Lidahku kelu
lalu bisaku hanya diam
sambil kupandang sepatuku berulang ulang
Menghadapimu
Kemis, November 18, 2010 jam 5:50pm
Lidahku kelu
lalu bisaku hanya diam
sambil kupandang sepatuku berulang ulang
Saturday, April 16, 2011
Orang hebat lahir dari bak sampah
oleh : Bhara Martilla Rully Ardian
Orang hebat lahir dari bak sampah kenormalan yang dengan sadar dan berkesadaran mengais kewajaran dengan mata apa saja yang kemudian tidak patuh melainkan tahu letak yang menjadikanya pantas dalam kepatutan. Orang hebat terkesan mati bila dilepas di mall dan bergoyang riang di kolong kolong sampah yg dianggap bau. Orang hebat lahir dari rahim ibu kebiasaan yang lalu dengan rendah hati menjadi pembangkang.
Orang hebat lahir dari bak sampah kenormalan yang dengan sadar dan berkesadaran mengais kewajaran dengan mata apa saja yang kemudian tidak patuh melainkan tahu letak yang menjadikanya pantas dalam kepatutan. Orang hebat terkesan mati bila dilepas di mall dan bergoyang riang di kolong kolong sampah yg dianggap bau. Orang hebat lahir dari rahim ibu kebiasaan yang lalu dengan rendah hati menjadi pembangkang.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Yang rajin ditengok rakyat syair :
-
oleh : Bhara Martilla Rully Ardian Gedabrus keren dari mulut mulut : (1) pembuka by Bhara Martilla Rully Ardian on Saturday, December 2...
-
Seni dalam bahasa Sanskerta disebut cilpa. Sebagai kata sifat, cilpa berarti berwarna, dan kata jadiannya su-cilpa berarti dilengk...
